Langsung ke konten utama

Setting Alarm Sistem Merk Yomiko

Tetiba seperangkat alat alarm sistem buat client sudah tiba di kantor, awalnya bingung bijimane setting nih barang. utak-atik jebret.. jebret.. akhirnya bisa juga. Sebelum masuk ke konfigurasi, saya jabarkan satu persatu deh nama dan fungsi dari tiap-tiap item.


Ini mesin utamanya, tempat menyimpan konfigurasi, layarnya masih analog, makelum low budget.

  

 



Ini namanya PIR (Passive Infrared Sensor), fungsinya untuk mendeteksi pergerakan di area sensor dengan jarak sensor maksimal 10 meter.

 





Ini sensor pintu, yang diletakan di daun pintu dan satu lagi di batang pintu, pemasangannya mirip kunci pintu slot sehingga jika pintu terbuka maka sensor akan aktif. 







Nah, yang terakhir ini remote control, fungsinya untuk meremote mesin utama seperti mengaktifkan alarm atau menonaktifkan alarm, yah mirip kunci mobil gitu deh.







Sekarang mulai masuk ke menu setup yang ada di mesin utama, terdapat beberapa kode gabungan antara angka (0-9), # dan * yang fungsinya untuk mensetup beberapa konfigurasi termasuk kartu GSM, nah saya lupa nih, perangkat ini dilengkapi dengan GSM card, yang apabila sensor alarm aktif, selain membunyikan sirine juga dapat menelpon beberapa nomor HP sebagai indikasi adanya pencurian kepada nomor yang terdaftar di dalam perangkat contohnya nomor pemilik toko atau nomor bapak Pulisi.

Sebelum dimulai setting alarm sistem, ada baiknya berdoa dulu agar berkah, lalu tekan tombol disarming (non-aktif) pada mesin utama.

1. Untuk mengaktifkan dering alarm: #01#
2. Untuk menonaktifkan dering alarm: #00#

3. Untuk mendaftarkan nomor HP ke mesin utama hanya untuk 5 nomor HP saja sedang yang ke-6 untuk nomor HP emergency misal nomor Bapak Pulisi:

#1(nomor HP)# contoh: #1081348000689#
#2(nomor HP)# contoh: #2081348000689#
#3(nomor HP)# contoh: #3081348000689#
#4(nomor HP)# contoh: #4081348000689# 
#5(nomor HP)# contoh: #5081348000689# 
#6(nomor Bapak Pulisi) contoh: #60536xxx#

Untuk menghapusnya cukup #1# yang artinya nomor HP ke-1 dihapus dan seterusnya.

4. Setup delay alarm:
 #7??# ("??" itu waktu dalam satuan detik, 0-99 detik) contoh: #710# artinya delaynya 10 detik.

5. Setup durasi alarm saat sepi, atau waktu yang dibutuhkan alarm agar terus aktif atau berbunyi dan akan mati setelah waktu habis atau dimatikan manual (disarming):
#9??# ("??" itu waktu dalam satuan menit, 0-30 menit) contoh: #95# artinya alarm akan aktif berbunyi selama 5 menit. 

6.  Daftar perangkat sensor ke mesin utama:
*01* lalu hidupkan sensor dan dalam waktu 10 detik akan terkoneksi dengan mesin utama.
*8996* untuk menghapus seluruh daftar perangkat sensor dari mesin utama

7. Daftarkan perangkat remote control:
*0* lalu nyalakan remote control dan dalam waktu 10 detik akan terkoneksi dengan mesin utama.

8. Setup defense area seluruh perangkat sensor: 
#899# artinya seluruh sensor akan mengikuti mode yang dipilih.

9.  Mengaktifkan alarm ketika telpon terputus: *51*

10. Setting nada samung pada HP / Telepon:
*6?* ("?" jumlah nada sambung) contoh *61* artinya jika alarm aktif maka mesin utama akan menelpon ke HP / telepon selama 1 kali bunyi nada sambung.

11.  Setting jam dan menit:
*07????* ("??" untuk jam dan "??" untuk menit) contoh: *071200* artinya jam akan terseting 12.00 pada mesin utama.

12. Untuk mereset konfigurasi: *8password* contoh: *80000*

13. Default password: "0000" untuk menggantinya *7PasswordBaru(4 digit)_UlangiPassword* contoh: *712341234*

Selesai deh, aktifkan mode arming dengan menekan tombol arming untuk mengaktifkan sistem alarm yang sudah diset, iyah begitu aja mudah toh !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeli Sebelum Mengadili

Di acara Media Relation yang diselenggarakan BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema "Mengawal Harta Negara" Kamis kemarin, saya menyaksikan beberapa rekan-rekan wartawan masih banyak yang salah kaprah menilai tugas dan fungsi BPK. Dari beberapa pertanyaan para rekan wartawan, mereka menganggap BPK adalah lembaga penegak hukum yang bisa mengadili benar atau salah seorang pejabat atau instansi negara. 
Pertanyaan dari salah satu wartawan yang juga dimuat di situs berita mereka yaitu: BPK yang belum bersikap terkait sumbangan pihak ketiga yang masuk ke kas dearah, apakah termasuk sumbangan liar? Adakah regulasi yang mengatur hal tersebut?
Sebelum lebih jauh, mungkin perlu diingat lagi, tugas utama BPK adalah memeriksa pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang telah dipakai oleh suatu instansi atau lembaga negara. Apakah (secara akuntansi) pengelolaan keuangan tersebut sudah wajar  atau masih banyak penyimpangan transaksi yang terjadi. 
Jadi terkait…

Menuju Ibukota Negara

Melihat tim kajian dari pusat terkait pemilihan Kalimantan Tengah menjadi ibukota negara sepertinya akan terealisasi. Banyak nilai positif dari Kalimantan Tengah untuk dijadikan sebagai ibukota negara; struktur geografi yang memadai -baik dari sisi luas tanah maupun minimnya intensitas bencana. Namun yang utama adalah faktor sosial kemasyarakatan. Penduduk asli Kalimantan Tengah adalah orang yang terbuka kepada semua pendatang.
Namun saya juga memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap hal tersebut. Bagi saya, pendidikan adalah menu utama kemajuan. Mereka yang tidak cukup pintar beradaptasi dengan perkembangan jaman maka akan berakhir di liang-liang sampah. Saya berkaca kepada penduduk asli Jakarta: Betawi yang tersingkir dan kian terpinggir; tergerus kemajuan pembangunan yang gila dan hedonis selama Jakarta menjadi ibukota negara.
Lebih jauh, bicara mengenai karakter, tidak semua orang -khususnya pendatang- mau memahami dan mengerti filosofi kearifan lokal. Tentang bagaimana seharu…