Langsung ke konten utama

Media Yang Tidak Lagi Sosial, Kurasa?

"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang mencintaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak mempercayai itu" 

.... Ali bin Abi Thalib

Yah, saya dan mungkin kebanyakan orang sangat suka menjelaskan tentang siapa dirinya, misal: tentang travelling  pernah ke sana atau ke sini yang orang lain (menurutnya) belum pernah, atau tentang keahlian bisa melakukan ini atau itu yang orang lain (menurutnya) tidak bisa. 


Bangga? Oh jelas. Semua orang akan merasa bangga ketika ada hal yang bisa dipamerkan ke dinding media sosial dan menganggap orang-orang akan kagum atau mungkin juga iri. Tapi apakah itu perlu?

Terkadang saya berfikir, tentang keluhan-keluhan yang saya rasa itu tidak perlu untuk dituangkan ke media sosial. Semisal "capek kerja" "bokek" sampai hujat-menghujuat dan lain sebagainya. Apakah tidak ada tempat atau orang yang lebih tepat untuk dijadikan tempat berkeluh-kesah ketimbang harus ke media sosial? 

Atau mungkin peran keluarga seperti orangtua, suami, istri, saudara, pacar atau teman dekat yang kurang peka atau tidak penting sehingga semua keluhan-keluhan harus curahkan ke tempat lain guna mencari empati atau mungkin sensasi?

Komentar

  1. rumah barunya seaaaa...btw..happy new year! ^^ [nyeuu]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setting Alarm Sistem Merk Yomiko

Tetiba seperangkat alat alarm sistem buat client sudah tiba di kantor, awalnya bingung bijimane setting nih barang. utak-atik jebret.. jebret.. akhirnya bisa juga. Sebelum masuk ke konfigurasi, saya jabarkan satu persatu deh nama dan fungsi dari tiap-tiap item.

Jeli Sebelum Mengadili

Di acara Media Relation yang diselenggarakan BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema "Mengawal Harta Negara" Kamis kemarin, saya menyaksikan beberapa rekan-rekan wartawan masih banyak yang salah kaprah menilai tugas dan fungsi BPK. Dari beberapa pertanyaan para rekan wartawan, mereka menganggap BPK adalah lembaga penegak hukum yang bisa mengadili benar atau salah seorang pejabat atau instansi negara. 
Pertanyaan dari salah satu wartawan yang juga dimuat di situs berita mereka yaitu: BPK yang belum bersikap terkait sumbangan pihak ketiga yang masuk ke kas dearah, apakah termasuk sumbangan liar? Adakah regulasi yang mengatur hal tersebut?
Sebelum lebih jauh, mungkin perlu diingat lagi, tugas utama BPK adalah memeriksa pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang telah dipakai oleh suatu instansi atau lembaga negara. Apakah (secara akuntansi) pengelolaan keuangan tersebut sudah wajar  atau masih banyak penyimpangan transaksi yang terjadi. 
Jadi terkait…

Menuju Ibukota Negara

Melihat tim kajian dari pusat terkait pemilihan Kalimantan Tengah menjadi ibukota negara sepertinya akan terealisasi. Banyak nilai positif dari Kalimantan Tengah untuk dijadikan sebagai ibukota negara; struktur geografi yang memadai -baik dari sisi luas tanah maupun minimnya intensitas bencana. Namun yang utama adalah faktor sosial kemasyarakatan. Penduduk asli Kalimantan Tengah adalah orang yang terbuka kepada semua pendatang.
Namun saya juga memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap hal tersebut. Bagi saya, pendidikan adalah menu utama kemajuan. Mereka yang tidak cukup pintar beradaptasi dengan perkembangan jaman maka akan berakhir di liang-liang sampah. Saya berkaca kepada penduduk asli Jakarta: Betawi yang tersingkir dan kian terpinggir; tergerus kemajuan pembangunan yang gila dan hedonis selama Jakarta menjadi ibukota negara.
Lebih jauh, bicara mengenai karakter, tidak semua orang -khususnya pendatang- mau memahami dan mengerti filosofi kearifan lokal. Tentang bagaimana seharu…