Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Antara Passion dan Saling Mengerti

Kalo ngomongin soal passion hasilnya subjektif yah, seperti ada sebagian orang yang senang futsal, ada yang senang basket, ada yang senang menulis, ada yang lebih senang membaca. Passion tidak melulu soal hobi sih, seperti bidang kerjaan juga termasuk passion, ada yang senang kerja di kantoran ada yang senang kerja di lapangan. Pokoknya subjektiflah.

Sialnya, kadang apa yang kita senangi bergesekan keinginan dengan orang yang kita sayangi. Semisal, anak menyukai seni, namun orang tua menuntut si anak untuk ahli komputer. Nah, repot kalo begini dilema si anak. Harusnya sih yah, jangan memaksakan keinginan kita kepada orang lain, yah meskipun baik namun tetap saja rancu. Coba jika si anak nuntut balik, Baik Ibu saya akan kuliah komputer, tapi ibu jangan keluar kota lagi -demi kerjaan, atau berhenti kerja saja, agar ibu tidak terus marah-marah di rumah karena masalah kerjaan.

Nah, piye?

Jepang Dong!! Internetnya Kencang

Pernah tuh temen gue bilang, kalo di Jepang internetnya jauh lebih cepat ketimbang di Indonesia, "Lha, kenapa lu gak tinggal di Jepang aja Nyet!!" Kataku. Biaya hidup di Jepang mahal Bro" Jawabnya. Pffftttt (samurai mana samurai) Untung luh gak di deportasi sama Menkominfo ke Uganda, biar tahu rasa, biaya hidup murah tapi temenannya sama gajah, mau luuh!!

Iyah gue suka kesel kalo lihat spesies-spesies macam begitu, ngeluh internet lelet, maki-maki penyedia jasa tanpa tahu sebab teknis kenapa lelet. Pernah yah suatu ketika ada spesies baru yang bawel bingit gegara internetnya lelet, gue cek, lha, ini buka browsernya aja lama, gimana mau internetan. Kena virus nih Pak!! makanya Jangan buka situs yang aneh-aneh deh, pake Windows pula. Gue tes PING, Internetnya normal-normal aja kok.

Yah namanya jaringan global macam internetnya yah, terhubung oleh banyak node hingga sampai ke user. Apalagi di Indonesia negara kepulauan yang secara geografis lebih sulit membangun jaringan k…

Donald Trump VS Penjaga WC Umum

Duh rasanya pengen ke Amerika, pake visa yang tersemat agama Islam, lalu ditanya sama Donald Bebek, "kamu mau apa ke Amerika" terus saya jawab "Negara ini harganya berapa? Saya mau beli sama isi-isinya"

Habis, sebel aja sama statement si Donald itu, yang ngelarang Muslim masuk ke Amerika, lha, gereja saja tidak sediskriminatif itu. Setahu saya, orang yang paling diskriminatif itu penjaga WC umum, suka ngelarang saya masuk ke tolilet wanita, padahal bayarnya sama, keperluannya juga sama #ditapuk gayung.

Ah semoga saja juga umat Muslim di Indonesia tidak mudah terhasut oleh statement si Donald itu, pokoknya jangan sampai masuk perangkap politik mereka hingga harus memboikot ini dan itu. Tetap adil dan damai, karena apa? Karena di situ letak perbedaan kita -Indonesia sebagai Muslim dengan si Donald sebagai pemain pengganti.

Buruh, Tenanglah !!

Bukan maksud untuk tidak setuju dengan kenaikan upah para buruh, siapa sih yang gak ingin kerja digaji besar dengan tanggung jawab ringan. Hanya saja jika boleh jujur coba deh diukur kinerja kita -apakah sudah sesuai dengan prosedur perusahaan atau katakan saja sudah sesuai namun dengan gaji yang belum layak.

Gampangnya gini aja deh, saya pribadi sih jika semisal kerja dengan gaji 10 juta namun dengan volume kerjaan yang tinggi yang seharusnya saya digaji 20 juta oleh perusahaan, saya sih bukan sok bijak, namun saya percaya Tuhan tahu betul bibit, bebet, dan bobot kerja kita. Jadi 10 juta kekurangannya akan Tuhan ganti misalnya dengan kesehatan keluarga kita atau jiwa dan harta kita selalu dalam lindunganNya. Aamin.

Jadi jangan nyusahin diri deh dengan standar upah buruh dari negara lain.

Ada Api di Pemilukada Kalimantan Tengah

Pemilukada di Kalimantan Tengah sudah masuk level api nih, sebab kantor KPU beberapa hari lalu dikoyak si jago merah. Disinyalir dibakar dengan sengaja oleh pendukung salah satu kandidat (sebut saja Bunga, #halagh) yang didiskualifikasi oleh KPU.

Bagi saya sih, untung saja didiskualifikasi, Andai mental chaos gaya prokem itu jadi memimpin bumi Kalimantan Tengah ini, beuuhh, kebayang dong, belum jadi apa-apa saja sudah sewenang-wenang. Ngeri-ngeri sedap. Ah semoga 9 Desember 2015 nanti semua berjalan aman terkendali.

Seksinya ketolong Hotpants, Mbak!!

ah tadi sore, kejadian yang halagh deh pokoknya dengan si Mbak pengendara motor itu. Plis deh Mbak, kalo naik motor selain kepala yang ditutup, mbok yah belahan pantat juga ditutup, kalo bisa jangan pake hotpants deh, saya bawa mobilnya kan jadi kurang fokus. Saya klakson dengan maksud mendahului, eh dikira ngegodain. Iyah kalo putih, nah item, kena matahari pula kan jadi mengkilat gitu, dooh!!

Mungkin ada baiknya aturan tertib berbusana sopan bagi pengendara motor perlu diterapkan. Sangat perlu sekali bahkan.  Semisal naik motor jangan pake hotpants, jangan pamer belahan pantat. Kesian pengendara laki-laki normal seperti saya ini jadi gak bisa fokus lihat jalan.


Open Source Dong Pak Presiden!!

Dan, saya akan kecewa dengan kebijakan Bapak Presiden apabila Indonesia bekerjasama dengan Microsoft. Duh Pak, begini lho, di Indonesia ada Sistem Operasi yang gratis dan Open Source yang artinya bisa dikembangkan secara gratis juga tanpa license, namanya Ubuntu Indonesia.

Coba Pak Presiden ambil alat hitung *sodorin Sempoa* nih yah, jika seluruh komputer yang ada pada seluruh departemen pemerintah pusat maupun daerah menggunakan Sistem Operasi yang gratis macam Ubuntu Indonesia itu, bayangkan Pak!! Bayangkan!! berapa jumlah uang yang bisa dihemat untuk Indonesia dan bisa dialirkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat, untuk biaya langganan domain saya misalnya *ditapuk Menkominfo*.

Yah, ketimbang harus bayar lincese ke Microsoft itu yang jutaan rupiah per license per komputer. Meheelll Pak, Meheell !! Ih Pak Presiden ini, Rwwrrrrrr

Melawan Asap

Saya dan sebagian masyarakat di Palangka Raya mungkin bertanya, kenapa setiap tahun kabut asap kerap bertamu ke tempat kami? Salah kami apa?

Sudah menjadi rahasia umum, membuka lahan baru untuk sawit dengan cara membakar adalah cara paling ekonomis dan praktis bagi sebagian pengusaha sawit yang otaknya di dubur itu. Sialnya lagi pemerintah saat ini seolah-olah menyepelekan dampak dari pembakaran lahan itu, setiap tahun terjadi dan pemerintah belum benar-benar pintar menanggulanginya, belum cukup berani mencegahnya sebelum titik api meluas dan berkepanjangan. Mungkin pikir mereka kabut asap bukanlah kategori bencana nasional, minimkan saja anggaran untuk itu, nanti juga hujan akan turun, pohon-pohon sawit tumbuh kembali, jika ada korban berjatuhan, katakan saja "itu takdir Tuhan" Perkara pun selesai.

Rohingya

Semua agama mengajarkan tentang cinta dan kedamaian, lalu bagaimana bisa terjadi kekerasan --yang sialnya dilakukan oleh mereka yang katanya beragama dan bermartabat.

Di rumah ibadah mereka berdoa, meditasi dengan tenang, menyebut Tuhan berulang-ulang, alih-alih meminta petunjuk tentang kedamaian, setelah itu dengan jiwa yang merasa bersih mereka angkat pedang, menebas sesama yang dianggapnya tidak sepemikiran.

Gundul !!

Anti-Terorisme, Katanya ...

Ketika semerbak aroma IS*S yang ideologinya tidak jelas itu mulai dibawa masuk oleh entah siapa ke dalam negeri ini. Tetiba saja Islam yang dikenal sebagai agama rahmat bagi seluruh alam berubah cap menjadi agama perang dan barbar. Fiuuhhh .....

Tingkah konyol pun ditampilkan oleh mereka yang tidak benar-benar mengerti tentang Islam dengan lantang menyebut diri mereka sebagai anti-terorisme. Dimulai dari memblok situs-situs Islam yang lagi-lagi 'diduga' sebagai situs terorisme hingga semakin ironis ketika Muslim berjanggut dicap teroris lalu Yahudi berjanggut dicap ahli agama.

Sungguhkah mereka yang anti-terorisme itu tidak bisa melihat perbedaan yang begitu substansial antara dakwah dengan paham terorisme, antara penebar kebenaran dengan penebar kebencian?

Hastag Haji Lulung

Aduh, terlepas Haji Lulung itu baik atau buruk, benar atau salah, namun tetap saja tidak etis membully beliau di media sosial. Ironis, pengguna media sosial yang seharusnya bisa lebih bijak bersikap, bisa lebih bijak memanfaatkan media sosial, ini justru jauh dari kata layak.

Ada hal lain yang kurasa lebih penting, bangsa ini punya banyak masalah serius yang perlu dibenahi bersama, kalian tentu tahu, para selebtwit itu juga tentu tahu, jadi tidak perlulah mencreate hastag-hastag yang tidak perlu.

Bikin malu bangsa saja ... !!

Fenomena Batu Cincin

Jreng ..... sudah beberapa bulan ini family dan keluarga di seberang Jakarta sana menanyakan tentang kabar saya yang berada di Kalimantan Selatan, yah meskipun akhirnya mengerucut pada hal yang krusial dan itu-itu lagi, apalagi kalo bukan tentang batu cincin.


RIP 2014

Jadi, selamat tahun baru 2015 Masehi atau 1437 Hijriah atau yang katanya peneliti bahwa usia bumi ternyata sudah 4,5 miliar tahun. Oke fix saya pilih yang Hijriah aja deh, biar keliatan lebih muda aja gitu.

Turut berduka yang mendalam atas berbagai musibah yang datang silih berganti. Longsor, kebakaran, banjir, pesawat jatuh. Semoga mereka yang lebih dulu pergi diberikan tempat yang layak di sisi-Nya, dan bagi yang masih betah di bumi semoga bisa memetik hikmah atas semua bencana yang terjadi, menjadikan remainder bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan selalu berdoa, terlepas terkabul atau tidak, namun setidaknya dengan berdoa kita masih memilik keyakinan tentang adanya Tuhan.