Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Antara Passion dan Saling Mengerti

Kalo ngomongin soal passion hasilnya subjektif yah, seperti ada sebagian orang yang senang futsal, ada yang senang basket, ada yang senang menulis, ada yang lebih senang membaca. Passion tidak melulu soal hobi sih, seperti bidang kerjaan juga termasuk passion, ada yang senang kerja di kantoran ada yang senang kerja di lapangan. Pokoknya subjektiflah.

Sialnya, kadang apa yang kita senangi bergesekan keinginan dengan orang yang kita sayangi. Semisal, anak menyukai seni, namun orang tua menuntut si anak untuk ahli komputer. Nah, repot kalo begini dilema si anak. Harusnya sih yah, jangan memaksakan keinginan kita kepada orang lain, yah meskipun baik namun tetap saja rancu. Coba jika si anak nuntut balik, Baik Ibu saya akan kuliah komputer, tapi ibu jangan keluar kota lagi -demi kerjaan, atau berhenti kerja saja, agar ibu tidak terus marah-marah di rumah karena masalah kerjaan.

Nah, piye?

Jepang Dong!! Internetnya Kencang

Pernah tuh temen gue bilang, kalo di Jepang internetnya jauh lebih cepat ketimbang di Indonesia, "Lha, kenapa lu gak tinggal di Jepang aja Nyet!!" Kataku. Biaya hidup di Jepang mahal Bro" Jawabnya. Pffftttt (samurai mana samurai) Untung luh gak di deportasi sama Menkominfo ke Uganda, biar tahu rasa, biaya hidup murah tapi temenannya sama gajah, mau luuh!!

Iyah gue suka kesel kalo lihat spesies-spesies macam begitu, ngeluh internet lelet, maki-maki penyedia jasa tanpa tahu sebab teknis kenapa lelet. Pernah yah suatu ketika ada spesies baru yang bawel bingit gegara internetnya lelet, gue cek, lha, ini buka browsernya aja lama, gimana mau internetan. Kena virus nih Pak!! makanya Jangan buka situs yang aneh-aneh deh, pake Windows pula. Gue tes PING, Internetnya normal-normal aja kok.

Yah namanya jaringan global macam internetnya yah, terhubung oleh banyak node hingga sampai ke user. Apalagi di Indonesia negara kepulauan yang secara geografis lebih sulit membangun jaringan k…

Donald Trump VS Penjaga WC Umum

Duh rasanya pengen ke Amerika, pake visa yang tersemat agama Islam, lalu ditanya sama Donald Bebek, "kamu mau apa ke Amerika" terus saya jawab "Negara ini harganya berapa? Saya mau beli sama isi-isinya"

Habis, sebel aja sama statement si Donald itu, yang ngelarang Muslim masuk ke Amerika, lha, gereja saja tidak sediskriminatif itu. Setahu saya, orang yang paling diskriminatif itu penjaga WC umum, suka ngelarang saya masuk ke tolilet wanita, padahal bayarnya sama, keperluannya juga sama #ditapuk gayung.

Ah semoga saja juga umat Muslim di Indonesia tidak mudah terhasut oleh statement si Donald itu, pokoknya jangan sampai masuk perangkap politik mereka hingga harus memboikot ini dan itu. Tetap adil dan damai, karena apa? Karena di situ letak perbedaan kita -Indonesia sebagai Muslim dengan si Donald sebagai pemain pengganti.

Buruh, Tenanglah !!

Bukan maksud untuk tidak setuju dengan kenaikan upah para buruh, siapa sih yang gak ingin kerja digaji besar dengan tanggung jawab ringan. Hanya saja jika boleh jujur coba deh diukur kinerja kita -apakah sudah sesuai dengan prosedur perusahaan atau katakan saja sudah sesuai namun dengan gaji yang belum layak.

Gampangnya gini aja deh, saya pribadi sih jika semisal kerja dengan gaji 10 juta namun dengan volume kerjaan yang tinggi yang seharusnya saya digaji 20 juta oleh perusahaan, saya sih bukan sok bijak, namun saya percaya Tuhan tahu betul bibit, bebet, dan bobot kerja kita. Jadi 10 juta kekurangannya akan Tuhan ganti misalnya dengan kesehatan keluarga kita atau jiwa dan harta kita selalu dalam lindunganNya. Aamin.

Jadi jangan nyusahin diri deh dengan standar upah buruh dari negara lain.

Ada Api di Pemilukada Kalimantan Tengah

Pemilukada di Kalimantan Tengah sudah masuk level api nih, sebab kantor KPU beberapa hari lalu dikoyak si jago merah. Disinyalir dibakar dengan sengaja oleh pendukung salah satu kandidat (sebut saja Bunga, #halagh) yang didiskualifikasi oleh KPU.

Bagi saya sih, untung saja didiskualifikasi, Andai mental chaos gaya prokem itu jadi memimpin bumi Kalimantan Tengah ini, beuuhh, kebayang dong, belum jadi apa-apa saja sudah sewenang-wenang. Ngeri-ngeri sedap. Ah semoga 9 Desember 2015 nanti semua berjalan aman terkendali.