Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Jakarta, Boleh Aku mengganggu Mimpimu?

Landing dengan baik di Jakarta, pintu pesawat terbuka, jutaan kenangan bertabrakan, berebut tempat di lamunanku. Yah,  tentang cinta yang dulu pernah kita hidupkan bersama. Sialnya, desing kendaraan dan bau knalpot busway membawa kembali cerita tentang kamu yang begitu manja bermain di dadaku yang tidak bidang.

Yah, Jakarta bagiku jauh lebih jenaka dari hanya sekedar tempat bersenang-senang, banyak hal yang terlibat, hati yang tumbuh, rindu yang bermekaran, mimpi yang kemudian mati tanpa jasad.

Sederhana pintaku, malam ini, boleh aku mengganggu mimpimu?

Wekk.. Wekk.. Wekk..

Wekk... Wekk.. Wekk..

"Sayang, itu suara ayam yah?" Ucapnya mesra.
"Bukan sayang, itu suara bebek!!" Kutegaskan.
"Ih, itu suara ayam sayang!!" Kembali dia menekankan, mencubit pipitku manja.
"Iyah sayang, itu suara ayam" Jawabku senyum, sambil mengurai jilbabnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kupikir terlalu dangkal --mereka yang mengukur hubungan hanya dari benar dan salah, terlebih dari siapa menang dan kalah. Cinta tidak sepicik itu. Ukurlah esensinya dari mana yang lebih tinggi, hatimu atau egomu?

Resolusi 2016: Mau Nonton AADC-2

Yeay, selamat tahun baru, selamat tinggal 2015 yang menyenangkan dan selamat datang 2016 yang semoga penuh berkah. Aamiin.

Resolusi tahun ini nggak mau muluk-muluk, cukup ingin jadi pemimpin yang amanah, tidak harus jadi Presiden sih, jadi Ketua RT dulu bolehlah, saya mau menggalakan lingkungan bersih dari sampah, najis, dan kotoran serta membangun gapura yang kokoh --yang mampu menahan serangan dari Alien dan Zombie. Halagh, opo iki!!

Intinya ditahun ini saya sangat ingin melanjutkan studi Bahasa Inggris saya yang terbengkalai ditahun kemarin. Cari duit yang banyak, disisihkan sebagian kepada yang membutuhkan, sebagiannya lagi akan saya pakai untuk foya-foya (ditabok cinta). Oh yah satu lagi, saya mau nonton AADC2, titik !!

Dan intinya lagi dari sebenar-benarnya adalah saya nggak mau direpotin sama resolusi ini dan itu, karena senyummu lebih dari cukup untuk membuat saya bahagia luar biasa dari waktu ke waktu. Jreeeeng!!

Tuhan Sedang Bernyanyi -Mungkin

Malam tadi aku bercerita kepada Tuhan, tidak menangis, isak saja, aku ceritakan tentang dirimu, tentang kita, tentang ketakutanku akan kehilanganmu. Sepintas senyum ibu singgah di sujudku, senyum terhangat yang pernah kulihat, sapaan termanis yang pernah kudengar.

Kini aku bersamamu, doa-doa melayang di ruang tempat kita bercanda dan aku benar-benar takut kehilanganmu. Gemetar rasanya lidah ini menyebut namamu di hadapan Tuhan.

"Jangan biarkan dia pergi dari pelukku, Tuhan!! Jangan!!" Pintaku lirih

Adzan shubuh menari di telinga, embun tergenang di atas rumput, hening sekali pagi ini, begitu tenang, begitu khusyu, harmoni terindah, Tuhan sedang bernyanyi -mungkin.