Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Gunadarma 2002

Mengutip tulisan dari sahabat lama  "Akan ada satu titik di mana kamu harus melihat ke belakang" Tetiba langsung merasa berdosa, merasa terintimidasi oleh kenangan masa lalu, sahabat-sahabat seperjuangan yang tanpa mereka --aku tidak akan pernah menjadi saat ini. Ah, ini tentang kita dan kampus, tentang masa-masa idealis, melawan arus.

Satu sahabat telah pergi, menuju tidur panjangnya yang abadi, Reno Teguh, selamat tinggal kawan. Banyak sekali yang ingin aku tulis tentangmu, namun biar kusimpan saja, aku janji,  akan aku ceritakan tentang dirimu kepada anak-anakku kelak.

Betapa sombongnya aku kawan, menjalani kehidupan baru yang hedonis --justru melupakan banyak hal yang tidak kalah pentingnya dengan masa lalu. Ah, aku rindu gelak tawa dan kekonyolan-kekonyolan waktu dulu, di kampus, Gunadarma.

Don't Grow Up, It's a Trap !!

Aduh, emosi lagi kurang stabil bener dah ah, orang-orang sekitar ngeliat si Saya ini bawaanya seneng terus, tanpa ngeliat dari sisi yang lain. Ngerti aja sih saya, sebagian dari mereka belum menikah, atau sudah menikah tapi jauh dari kesibukan menjadi bapak rumah tangga. Kalo mereka udah selesai kerja, sampai rumah terserah mau ngapain, mau tidur sambil jungkir balik kek, mau jungkir balik sambil berak kek, bebas gak ada tuntutan lain.

Lha gue, boro-boro mau santai sejenak, sudah di kerjaan schedule banting tulangnya terpampang jelas, customer nuntutnya kayak jaksa penuntut umum pula, iyah kalo satu, dua urusan kerjaan sih masih bisa kehandle, ini hampir semuanya dengan atas nama PROFESIONALITAS.. TAS.. TAS!!

Belum lepas dari kesibukan jadi pekerja, harus jadi sopir yang taat dengan waktu lalu pulang ke rumah dengan wajah yang seolah baik-baik saja --kembali harus berjibaku dengan kerjaan menjadi bapak rumah tangga, yah nyebokin anak abis beraklah, denger keluhan tentang ini dan itula…

Tere Liye 60 Menit 25 Juta

Hasil tulisan itu subjektif sih yah, seperti buku-buku dan tulisan-tulisan Tere Liye, ada yang sebagian gue suka tapi orang lain kagak, pun sebaliknya. Kenapa begitu? Yah emang begitu, masa selera mau dipaksain harus seragam, gile luh Ndro!!
Masih menyangkut Si Tere Liye itu yang konon (jangan dibalik) memasang tarif 25 jeti sebagai pembicara dengan durasi 60 minutes. Dengan jam terbang dan keahlian yang dia punya menurut gue sih itu wajar, pun beberapa bukunya pernah menjadi best seller.
Gue aja dengan keahlian yang gue punya, nggak mau dibayar rendah, ilmu itu mahal sob!! Emang elu mau semisal masuk kerja dengan derajat, keahlian dan jam terbang yang sudah mumpuni terus digaji rendah, kalo mau, artinya elu itu bego!!
The intinya sih, if you're good at something never do it for free (Joker). Kelas pelacur aja punya tarif berbeda Bro.. Bro!!