Langsung ke konten utama

Don't Grow Up, It's a Trap !!

Aduh, emosi lagi kurang stabil bener dah ah, orang-orang sekitar ngeliat si Saya ini bawaanya seneng terus, tanpa ngeliat dari sisi yang lain. Ngerti aja sih saya, sebagian dari mereka belum menikah, atau sudah menikah tapi jauh dari kesibukan menjadi bapak rumah tangga. Kalo mereka udah selesai kerja, sampai rumah terserah mau ngapain, mau tidur sambil jungkir balik kek, mau jungkir balik sambil berak kek, bebas gak ada tuntutan lain.

Lha gue, boro-boro mau santai sejenak, sudah di kerjaan schedule banting tulangnya terpampang jelas, customer nuntutnya kayak jaksa penuntut umum pula, iyah kalo satu, dua urusan kerjaan sih masih bisa kehandle, ini hampir semuanya dengan atas nama PROFESIONALITAS.. TAS.. TAS!!

Belum lepas dari kesibukan jadi pekerja, harus jadi sopir yang taat dengan waktu lalu pulang ke rumah dengan wajah yang seolah baik-baik saja --kembali harus berjibaku dengan kerjaan menjadi bapak rumah tangga, yah nyebokin anak abis beraklah, denger keluhan tentang ini dan itulah, sampe urusan keran air ngucur dikit aja harus mendrama, heh.

Belum cukup penat, ditambah lagi orang-orang yang sok asik yang selalu ngecap sombong kalo gue bilang nggak sempat membantu urusan mereka, kan kampret!!

Nyokap di Jakarta baru selesai opname dan nggak sempet menjadi anak yang berbakti untuk sekedar jenguk gara-gara ngurusin orang lain, duh, malaikat yang bernama ibu itu selalu saja mengerti ke-sok-sibukan anaknya, sangat mengerti bahkan. Ingin menjadi anak kecil lagi rasanya.

Don't Grow Up, It's A Trap!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setting Alarm Sistem Merk Yomiko

Tetiba seperangkat alat alarm sistem buat client sudah tiba di kantor, awalnya bingung bijimane setting nih barang. utak-atik jebret.. jebret.. akhirnya bisa juga. Sebelum masuk ke konfigurasi, saya jabarkan satu persatu deh nama dan fungsi dari tiap-tiap item.

Jeli Sebelum Mengadili

Di acara Media Relation yang diselenggarakan BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema "Mengawal Harta Negara" Kamis kemarin, saya menyaksikan beberapa rekan-rekan wartawan masih banyak yang salah kaprah menilai tugas dan fungsi BPK. Dari beberapa pertanyaan para rekan wartawan, mereka menganggap BPK adalah lembaga penegak hukum yang bisa mengadili benar atau salah seorang pejabat atau instansi negara. 
Pertanyaan dari salah satu wartawan yang juga dimuat di situs berita mereka yaitu: BPK yang belum bersikap terkait sumbangan pihak ketiga yang masuk ke kas dearah, apakah termasuk sumbangan liar? Adakah regulasi yang mengatur hal tersebut?
Sebelum lebih jauh, mungkin perlu diingat lagi, tugas utama BPK adalah memeriksa pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang telah dipakai oleh suatu instansi atau lembaga negara. Apakah (secara akuntansi) pengelolaan keuangan tersebut sudah wajar  atau masih banyak penyimpangan transaksi yang terjadi. 
Jadi terkait…

Youtuber Cebong

Menjadi terkenal adalah puncak prestasi manusia saat ini. Masa bodoh bisa terkenal entah karena apa. Yup, ekspresi; bagi gue adalah metode yang paling rasional untuk bisa tenar. Menginterpretasikan diri kepada dunia dengan segala cara agar bisa dilihat, dicerca, disanjung atau apapun itu, peduli amatlah yang penting mereka tahu; gue ada titik.
Gue pikir cuma para badut pengamat politik aja yang bisa berekspresi bebas tanpa malu-malu, ternyata sebagian konten maker nan muda belia pun tidak kalah egoisnya. Alih-alih berkarya tapi kok yah sengaja untuk dipertentangkan, diperdebatkan dan berharap ada badut lain di planet sana yang coba mengomentari lalu mengerucut menjadi perang badut.
"hai, gue X video ini gue buat karena si anj*ng Y udah bla..bla..bla.. ke gue, jangan lupa like and subscribe yah" Maksud gue gini, kalo kalian punya masalah pribadi dengan orang, yah udah sih nggak usah dipublish. Membuat konten video dari konflik pribadi dengan bahasa yang cenderung kasar? Duh …