Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Jakarta Terlalu Bising Untuk Menuju Kota Yang Beradab

Drama pemilihan tuan Gubernur mengerucut menjadi sentimen agama, bagaimana tidak? Berceloteh di  mimbar demokrasi menyinggung ayat-ayat Tuhan kepada mereka yang berbeda kelas sewaktu belajar agama dengan para Profesor penafsir ayat. Tak ubah seperti halnya mengajari anak-anak bermain game di gadget, karena yang mereka tahu hanya menggunakan tanpa harus tahu bagaimana permainan itu bisa ada.

Tuan Gubernur Jakarta, jangan terlalu memaksakan mimpimu membangun kota agar menjadi lebih sedap dipandang mata, kota yang bersih, indah dan tertata tanpa sempat memikirkan bagaimana membangun manusianya terlebih dahulu.

Dia lupa tentang Jakarta, kota yang terlalu bising untuk menuju kota beradab, bahkan sandal hilang di masjid saja, seluruh nusantara harus tahu berita itu.

Sudahlah tuan Gubernur, jangan memperkeruh!! Cita-citamu mungkin baik, menawarkan janji-janji masa depan kota yang modern, tapi kau lupa, kota itu dihuni oleh sebagian besar orang-orang yang hijrah dari desa, dengan kultur relig…