Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Kepada Masa Lalu, Saya Mau Lagi

Iyah, beberapa hari ini saya merasa hilang semangat untuk mau ngapa-ngapain. Jika dianggap saya ini terjebak oleh kondisi yang menjenuhkan, saya setuju. Rutinitas yang kurang dinamis, bersinggungan dengan orang-orang yang berbeda selera, diperparah dengan rasa kopi dari warung sebelah kantor yang kian hari kurang enak. Fiuuhh.

Mungkin disebabkan oleh semacam rindu akan masa lalu yang penuh gairah. Masa ketika satu sama lain memiliki ide yang sama untuk membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.

Seperti, menulis, lalu ramai-ramai kami menjadikannya sebuah buku. Seni peran, lalu ramai-ramai kami menjadikannya suatu pertunjukan teater. Naik gunung, lalu ramai-ramai kami berkemas dan mendaki. Belajar, lalu ramai-ramai kami membuat robot. Robot sungguhan tentu saja, karena saya menggeluti ilmu Robotika dan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sewaktu kampus Gunadarma masih jelek, sekarang sudah bagus.

Yah, mungkin saya sedang rindu itu semua.

Sebenarnya saya tidak benar-benar …

Tentang Saya Yang Kemarin Ke Jakarta

Minggu kemarin ke Jakarta, bukan untuk urusan demo, meski ingin, tapi lebih keurusan menghamburkan uang yang tidak semestinya. Biaya sehat dan rindu itu memang mahal. Setidaknya begitu bagiku.

Oh yah, saya berkunjung ke Pluit, Luar Batang, tempat saya tumbuh dan dibesarkan dengan baik oleh ibu saya - yang sialnya tepat menjadi lokasi aksi ricuh sebagian massa yang menjarah dan merusak, tapi saya tegaskan, itu bukan dari warga atau teman-teman saya yang tinggal di Luar Batang, bahkan kami tidak tahu dari mana massa itu datang. Jika kalian menuduh kami bertindak anarkis dengan mencoba merusak rumah Pak Ahok, sebaiknya uji kembali cara anda bernalar. jika pun kami ingin, sudah dari kemarin kami lakukan ketika mencuat kasus reklamasi, tapi tidak, setidaknya tidak sekarang.

Betul, sikap sabar itu tidak ada batasnya, tapi tidak dengan batas toleransi.

Kami tegaskan, kami melawan bukan karena kami suka kekerasan, tapi lebih karena ingin membela hak kami, rumah kami, tanah kami, saudara kami,…