Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Kumbang-kumbang Tanah Merah

tidak ada yang meminta kau datang, dan kau datang
kau pangku berton-ton rindu dan kau muntahkan kepadaku
doa-doa salam pagi kau terbangkan bersama merpati
syahdu; mengusik relung yang tenang, menjadi gemuruh

oh yah, pagi kemarin kopi terasa lebih manis dari biasanya
sedikit kental beradu pekat dengan lamunan akan masa lalu

lalu bagaimana tentang pagi ini?
tentang bunga yang terkapar di pusara
yang mati konyol dilahap kumbang-kumbang tanah merah

dan -tetiba lengang saja semua
angin hilang genit kepada daun

jangan tanya tentang matahari
dia sembunyi di balik altar di rumah pemujaan
malu; kalah berpendar dengan lampu-lampu ruang kerja

pak tua, sudahlah, gumamnya
waktu yang telah kau kayuh, tak akan pernah kembali
lagi pula tidak ada yang meminta dia datang
mari; bersama dengan apa yang ada
maka selesailah
maka biarlah