Langsung ke konten utama

Emangnya ML!!

Kalo ada yang bilang "ngebantu orang jangan pilih-pilih!" sambelin aja mulutnya. Bantu orang musti pilih-pilih, before you help, think!! Karena gak semua orang tau bagaimana cara berterima kasih. Bukan maksud untuk ngajarin egois, atau anti sosial, tapi gue ngajarin untuk nggak usah sok hero, atau gaya-gayaan -kalo nyatanya kita sendiri butuh untuk dibantu.

Sering gak sih nemuin orang yang suka manfaatin "ketidak-enakan" kita? Gue sih sering, alih-alih curhat, mencari empati, lalu kita bantu tapi endingnya malah pura-pura bego ketika diminta bantu balik. Apalagi perkara duit, haduuh .... kalo ada temen minjem duit, sesekali dibantu okelah, tapi kalo keseringan mending pura-pura mati aja, dari pada sama-sama gak enak ke depannya.

--juga tentang masalah kerjaan, kalo dimintain tolong ngerjain sesuatu yang kita gak bener-bener ngerti, mending tolak!! Jangan kita forward ke temen yang kita udah tahu track record kerjaannya amburadul, itu sama aja bunuh diri.

Pinter-pinter deh menilai attitude orang, gue sih cenderung defense kalo ketemu orang yang demen muja-muji, sanjungan adalah teror kalo kata Tukul Arwana. Hidup jangan banyak gaya emangnya ML.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setting Alarm Sistem Merk Yomiko

Tetiba seperangkat alat alarm sistem buat client sudah tiba di kantor, awalnya bingung bijimane setting nih barang. utak-atik jebret.. jebret.. akhirnya bisa juga. Sebelum masuk ke konfigurasi, saya jabarkan satu persatu deh nama dan fungsi dari tiap-tiap item.

Dua yang Hilang: Kambing & Akal

Saya heran, kenapa pemerintah daerah yang itu -begitu memaksakan pabrik semen harus dibangun, sebegitu pentingkah pabrik semen ketimbang lahan bertani? Kenapa musti memaksakan pembangunan? Apa salahnya menjadi desa? Melihat anak-anak berlarian di pematang sawah yang sesekali bermandi lumpur dibalut udara sore yang wangi.

Statement "pembela wong cilik" sepertinya parau tersedak dokumen, tuli tersumbat angka-angka, birokrasi keadilan dilempar sana-sini, buta melihat rakyat pemilihnya dipasung semen lalu mati membela bumi.

Saya sedih ketika negara ini mengucapkan duka cita yang dalam terhadap korban teror di London namun bisu terhadap Ibu Patmi yang meregang nyawa membela haknya, lahannya bertani adalah juga bagian dari Indonesia bukan?

Mengutip Prof Rocky Gerung di akun twitternya "Di istana ada dua yang hilang: kambing dan akal" begitu paradoks, begitulah adanya.

Elu Pada Ngertikan Maksud Gue?

Karma is Real !!

Jadi kalo liat para pegawai kantoran yang: berkemeja, celana bahan, sepatu hitam mengkilat, duduk tenang di balik meja dengan taburan kertas di atasnya, sejuk dalam naungan AC itu mirip manequin, setidaknya dulu begitu yang gue lihat, terlalu simple, dimana serunya kerja seperti itu?

Sekarang, gue merasakannya.

Sepuluh tahun terakhir menyemat gelar teknisi serba bisa, begitu kata sih kata mereka *tsah kibas poni dan sekarang sudah empat belas hari nggak megang obeng, tidak bersentuhan dengan kabel, tidak mencium aroma keringat rekan kerja dan tidak bisa selonjoran di atas tanah rasanya seperti ada jiwa yang hilang *oke ini lebay.

Intinya sih, jangan ngejudge sebelum ngalamin sendiri, dan, oke gue keliru, kerja kantoran tidak sesimple itu, perlu tempurung kepala yang agak besar untuk bisa jadi pegawai kantoran, maksudnya gini:

Gue dituntut untuk bisa berfikir lebih efisien dan terbuka -sebab tidak bisa menilai sesuatu dari sudut pandang gue aja. Contoh: jika gue lihat …