Langsung ke konten utama

Lu Kan Anak IT

Duh, memang jadi beban moral yah bagi para penggiat IT yang hidup di lingkungan non IT, karena setiap kerjaan yang terkait dengan komputer selalu disematkan ke anak IT. Apapun itu, entah printer rusak, komputer rusak, desain grafis, editing film, jaringan internet lemot, ngubah tampilan website, database eror, ngehack si anu, sound sistem gak jernih, sampe-sampe masang colokan listrik aja manggilnya ke anak IT. Bener-bener merepotkan!!

Maksudnya begini, bidang IT itukan luas dan gak semua anak IT ngerti semua bidang IT. Contohnya dalam bidang jaringan komputer -itu aja terbagi-bagi substansinya, ada yang jago radio wireless, ada yang ahli security system, ada yang pakar struktur cabling, ada yang demen make Mikrotik, ada yang doyan Cisco, macem-macem deh, dan itu baru disatu bidang: jaringan komputer. Belum bidang lain yang lebih luas: Internet, duh, yah website, hacking, aplikasi online. Belum lagi ketemu pemrogaraman komputer yang punya segudang substansi bahasa pemrograman. Ada lagi bidang perangkat keras seperti rakit komputer, troubleshooting komputer dan antek-anteknya. Njelimet deh, dan kalian non IT berharap kami anak IT bisa itu semua. Heloooo .....

Jangan anggap anak IT itu pinter-pinter. Kami cuma seneng bereksplorasi, misal ketika ada masalah yang terkait dengan komputer dan kami nggak ngerti, kami cari tahu di internet, belajar lalu bereksperimen, jika masalah beres yah syukur, jika nggak beres yah ngeksplore lagi, keuntungan jadi anak IT itu punya segudang forum di internet yang alhamdulillah nggak pada pelit ilmu, karena kami ngerti dan punya beban moral yang sama.

Begitu Broooo !!!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setting Alarm Sistem Merk Yomiko

Tetiba seperangkat alat alarm sistem buat client sudah tiba di kantor, awalnya bingung bijimane setting nih barang. utak-atik jebret.. jebret.. akhirnya bisa juga. Sebelum masuk ke konfigurasi, saya jabarkan satu persatu deh nama dan fungsi dari tiap-tiap item.

Dua yang Hilang: Kambing & Akal

Saya heran, kenapa pemerintah daerah yang itu -begitu memaksakan pabrik semen harus dibangun, sebegitu pentingkah pabrik semen ketimbang lahan bertani? Kenapa musti memaksakan pembangunan? Apa salahnya menjadi desa? Melihat anak-anak berlarian di pematang sawah yang sesekali bermandi lumpur dibalut udara sore yang wangi.

Statement "pembela wong cilik" sepertinya parau tersedak dokumen, tuli tersumbat angka-angka, birokrasi keadilan dilempar sana-sini, buta melihat rakyat pemilihnya dipasung semen lalu mati membela bumi.

Saya sedih ketika negara ini mengucapkan duka cita yang dalam terhadap korban teror di London namun bisu terhadap Ibu Patmi yang meregang nyawa membela haknya, lahannya bertani adalah juga bagian dari Indonesia bukan?

Mengutip Prof Rocky Gerung di akun twitternya "Di istana ada dua yang hilang: kambing dan akal" begitu paradoks, begitulah adanya.

Elu Pada Ngertikan Maksud Gue?

Karma is Real !!

Jadi kalo liat para pegawai kantoran yang: berkemeja, celana bahan, sepatu hitam mengkilat, duduk tenang di balik meja dengan taburan kertas di atasnya, sejuk dalam naungan AC itu mirip manequin, setidaknya dulu begitu yang gue lihat, terlalu simple, dimana serunya kerja seperti itu?

Sekarang, gue merasakannya.

Sepuluh tahun terakhir menyemat gelar teknisi serba bisa, begitu kata sih kata mereka *tsah kibas poni dan sekarang sudah empat belas hari nggak megang obeng, tidak bersentuhan dengan kabel, tidak mencium aroma keringat rekan kerja dan tidak bisa selonjoran di atas tanah rasanya seperti ada jiwa yang hilang *oke ini lebay.

Intinya sih, jangan ngejudge sebelum ngalamin sendiri, dan, oke gue keliru, kerja kantoran tidak sesimple itu, perlu tempurung kepala yang agak besar untuk bisa jadi pegawai kantoran, maksudnya gini:

Gue dituntut untuk bisa berfikir lebih efisien dan terbuka -sebab tidak bisa menilai sesuatu dari sudut pandang gue aja. Contoh: jika gue lihat …