Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Menuju Ibukota Negara

Melihat tim kajian dari pusat terkait pemilihan Kalimantan Tengah menjadi ibukota negara sepertinya akan terealisasi. Banyak nilai positif dari Kalimantan Tengah untuk dijadikan sebagai ibukota negara; struktur geografi yang memadai -baik dari sisi luas tanah maupun minimnya intensitas bencana. Namun yang utama adalah faktor sosial kemasyarakatan. Penduduk asli Kalimantan Tengah adalah orang yang terbuka kepada semua pendatang.
Namun saya juga memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap hal tersebut. Bagi saya, pendidikan adalah menu utama kemajuan. Mereka yang tidak cukup pintar beradaptasi dengan perkembangan jaman maka akan berakhir di liang-liang sampah. Saya berkaca kepada penduduk asli Jakarta: Betawi yang tersingkir dan kian terpinggir; tergerus kemajuan pembangunan yang gila dan hedonis selama Jakarta menjadi ibukota negara.
Lebih jauh, bicara mengenai karakter, tidak semua orang -khususnya pendatang- mau memahami dan mengerti filosofi kearifan lokal. Tentang bagaimana seharu…